Mengenal Budidaya Jamur Shiitake
Assalamu'alaikum Wr Wb.. gimana kabarnya?
ga bosen kan stay at home ...
Kali ini saya akan sharing mengenai budidaya jamur edible atau biasanya kita sebut jamur konsumsi yaitu jamur Shiitake.
Pengenalan jamur shiitake
Jamur
merupakan tumbuhan yang tidak memiliki klorofil, bersifat heterotrof dan dapat
hidup di tempat berkelembaban yang cukup seperti batang kayu yang sudah lapuk.
Jamur dibedakan menjadi dua jenis yaitu jamur edible dan jamur inedible. Jamur
edible sendiri merupakan jamur yang dapat dikonsumsi dan dibudayakan memiliki
rasa yang lezat serta kandungan protein yang baik untuk dikonsumsi. Sedangkan
jamur inedible merupakan jamur beracun yang tidak dapat dikonsumsi. Terdapat
lebih dari 2000 jenis jamur di dunia 25% diantaranya termasuk kedalam jamur
edible yang dapat dikomsumsi salah satunya jamur shiitake.
Jamur
shiitake atau biasa disebut jaur hioko merupakan jamur yang memiliki warna
coklat tua dan mirip dengan jamur kancing, berasal dari Jepang yang memiliki
arti jamur yang tumbuh di pohon Shii. Jamur shiitake banyak digunakan sebagai
bahan baku pada masakan Jepang. Rasanya yang manis dan harus membuat jamur ini
sangat disukai dinegri asalnya, selain itu jamur shitake juga mengandung
protein, lemak, karbohidrat dan nilai kalori masing-masing 13,1%; 1,2%; 79,2%
dan 333 k.kal. Menurut Widyastuti (2008) Shiitake mempunyai kandungan senyawa
penting yang disebut lentinen.
Polisakarida ini larut dalam air, tersusun dalam bentuk Beta – 1,3 glukan dengan Beta-1,6 dan Beta
–1,3 gluko-pyranosida. Lentinan banyak terdapat di bagian batang dekat tudung.
Hal ini membuat jamur shiitake dapat digunakan sebagai penurun gula darah,
antikanker/tumor dan efektif melawan virus influenza.
| Gambar Jamur Shiitake |
Lingkungan Tumbuh
Budidaya
jamur shiitake harus memperhatikan beberapa aspek lingkungan seperti menjaga suhu
agar tetap lembab, suhu (oC) untuk pertumbuhan miselium dan tubuh buah jamur
konsumsi khususnya shiitake (Lentinula edodes) untuk miselium adalah 5-35oC,
suhu optimum 24 o C, sedangkan untuk tumbuh buah pada kisaran 6-25 o C dan suhu
optimum 15 o C pada musim gugur, 10 o C pada musim dingin dan 20 o C pada musim
semi, intensitas cahaya yang tidak terlalu tinggi, menjaga kebersihan kumbung
yang harus bersih dari gulma atau potensi jamur lain, melakukan cara sterilisasi
bag log yang benar, menghindari
pemakaian herbisida atau bahan kimia pada baglog agar media tanam tidak
tercemar dan memiliki aerasi yang baik. Jamur shiitake biasanya tumbuh pada
bagian kayu pohon Shii yang sudah lapuk anggota suku Fagaceae (Widyastuti, 2008).
| Jamur Shiitake yang tumbuh pada batang pohon Shii yang lapuk |
Pembibitan Jamur Shiitake
Jamur
shiitake tumbuh optimal pada beberapa jenis kayu tertentu. misalnya Elaeocarpus
(jenitri) dan Garcinia mangostana (manggis). Terdapat beberapa jenis tanaman
yang pernah dicoba dan pernah menghasilkan jamur shiitake di wilayah Jayanegara
– Sukabumi, yakni kayu dari tanaman Saninten (Castanea sp.). Pada umumnya
serbuk gergaji yang digunakan oleh para petani di Indonesia adalah serbuk
gergaji yang berasal dari pohon sengon (Albazia falcataria), serbuknya relatif
lunak sehingga baik digunakan sebagai media tanam. Menurut Abdulrohman (2015)
serbuk kayu yang baik digunakan sebagai media tumbuh yaitu serbuk kayu yang
tidak terkontaminasi bahan bakar seperti solar dan sebagainya, bukan kayu yang
memiliki banyak getah karna dapat menghambat penyebaran miselium pertumbuhan jamur,
dan tidak terlalu keras. Formula media tanam jamur shiitake yang baik berupa
serbuk gergaji 800 g, bekatul 170 g, molase 10 g, ekstrak yeast 15 g, CaCO3 2
g, kelembapan 60-65%, pH 5 -5 (Widyastuti, 2008).
Pembuatan
media tanam jamur Shiitake:
-
Melakukan perendaman serbuk kayu kedalam
air selama 12 jam. Kemudian tiriskan dan tambahkan bahan lain kemudian aduk
rata
-
Kemudian substrat yang sudah jadi dimasukkan
kedalam bag log polipropilen, dipadatkan dan dibei lubang bagian tengah atas
kemudian tutup dengan menggunakan cincin paralon
-
Setelah pengisian bag log di sterilisasi
pada ruangan uap dengan suhu berkisar 95
selama 8 jam
-
Setelah suhu bag log turun hingga suhu
kamar barulah dilakukan inokulasi dengan bibit yang digunakan sekitar 10-15
gr/kilo media.
-
Bag log yang telah diinokulasi kemudian
diinkubasi dalam kumbung selama 8-12 minggu
| Sumber: ilmubudaya.com |
Tekni Budidaya Jamur
Menurut
Djuariah (2009) pembuatan kumbung jamur disesuaikan dengan kebutuhan dan
kuantitas produksi, biasanya berkisar antara 6x4x4 meter. Kumbung ini dapat menampung sekitar 500-1000
buah bag log. Kumbung dapat menggunakan kayu atau bamboo untuk pondasinya dan
batu bata merah untuk lantainya, untuk jamur shiitake dinding kumbung dapat
dibuat menggunakan dua lebaran plastic jarring berwarna gelap yang dirangkap
menjadi dinding agar dapat menjaga kelembaban dalam kumbung. Bag log jamur
diletakkanpada rak kayu didalam kumbung yang disusun bertingkat vertical.
| Sumber: balista.litbang.pertanian.com |
Panen dan Pasca panen
Setelah
5-6 bulan setelah masa inkubasi jamur shiitake sudah bisa dipanen saat tudung
jamur sudah membentuk lengkung besar dan lebih mekar, penanganan pasca panen
untuk jamur shiitake dapat dilakukan dengan cara membersihkan jamur yang sudah
dipanen, melakukan sortasi kemudian dikemas. Pengemasan dilakukan dengan menggunakan
plastic wrap atau menggunakan sterofoam. Jamur biasa di simpan dilemari
pendingin agar dapat tahan lama. Dapat pula di keringkan untuk disimpan lebih
lama, pengeringan dapat dilakukan dengancara dijemur atau dioven dengan suhu 40
. Sehingga jamur tetap
terjaga kualitasnya saat pendistribusian ke supermarket atau pasar lainnya
sampai ke tangan konsumen.
![]() |
| Sumber: bisnisUKM.com |
Sumber Referensi :
Abdulrohman. 2015. Perbedaan Proporsi Dedak Dalam Media Tanam
Terhadap Pertumbuhan Jamur Tiram Putih. Jurnal agribisnis fakultas
pertanian Unita Vol. 11 No. 13.
Djuariah, D. 2009. Budidaya Jamur Tiram, Jamur Kuping dan Jamur
Shiitake. Balitsa. Litbang. Pertanian.
Subowo, YB
dan HJD Latupapua. 2008. Pengaruh Bobot
dan Komposisi Media, Rangsangan Suhu dan Kimiawi Terhadap Pembentukan Tubuh
Buah Jamur Shiitake (Lentinus edodes). Jurnal Seritagiologi
vol 4 No 4. Bogor: Balitbang Mikrobiologi. Puslitbang Biologi. LIPI
Suprapti,
S. 2015. Jamur Kayu Sumber Pangan Sehat
dari Hutan. Pusar Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.
Widyastuti,N.
2008. Limbah Gergaji Kayu Sebagai Formula
Media Jamur Shiitake (Letinula edodes). Pusat Teknologi Bioindustri.
Jurnal Teknologi Lingkungan vol 9 No 2 : 149-155

izin bertanya, apakah jamur shiitake dapat tumbuh dengan baik di Indonesia yang beriklim subtropis? Sedangkan untuk pertumbuhan tubuh buahnya sendiri membutuhkan suhu yang agak rendah dibandingkan suhu iklim subtropis. Lalu apabila ingin membudidayakan jamur shiitake di Indonesia, apa yang harus dilakukan agar dapat menciptakan suhu optimal bagi pertumbuhan jamur shiitake? terima kasih.
BalasHapusIzin menjawab, untuk jamur shiitake sendiri di Indonesia lebih dikenal sebagai jamur kayu coklat karena tumbuh dikayu dan tudung berwarna coklat, jamur jenis ini bisa dibudidayakan di Indonesia dengan cara pengaturan suhu yang sesuai dengan pertumbuhan jamur dan penggunaan kayu sebagai media tanamnya menyesuaikan dengan kayu yang cocok dengan iklim sekitar, misalnya kayu sengon, manggis kayu saninten atau kayu pasang. Terdapat pernyataan menurut DR. Nakayama seorang pakar jamur dari Institut Teknologi Kyoto (Jepang) menyebutkan bahwa jamur shiitake sebenarnya berasal dari kayu gelondongan yang didatangkan dari Indonesia. Jadi jamur shiitake bisa dibudidayakan di Indonesia.
HapusSemoga jawabannya bisa bermanfaat :)
Saya Rahmad, mau bertanya untuk jamur shitake yg memiliki masa panen lama setelah ingkubasi yaitu 5-6 bulan berapa kali jamur dapat dipanen? apakah rekomen untuk mulai budidaya di Indonesia?
BalasHapusIzin menjawab, dalam waktu 5-6 bulan bisa panen hingga 3-5 kali panen dalam satu kali produksi tergantung cara pemeliharaan dan terjaganya kebersihan kumbung.
HapusJamur shiitake kan juga populer pada masakan2 restaurant, peluang budidaya jamur shiitake sendiri juga cukup besar dan mudah, rekomendasinya mulai dengan budidaya kecil2an bisa menggunakan log cultuvation seperti batang kayu yang sudah lapuk dilubangi dan disusun mirip tungku membentuk kubus bisa menjadi media jamur shiitake dengan pengaturan kelembaban, aerasi, cahaya, dll.
Semoga jawabannya bermanfaat :)
ijin bertanya apakah untuk jamur shitake sendiri sudah banyak dikonsumsi atau sudah banyak di gunakan oleh orang-orang, soalnya baru sekarang saya mengetahui jamur konsumsi seperti ini??
BalasHapusUntuk jamur shiitake sendiri sudah banyak beredar dipasaran terutama di supermarket, meskipun tidak sepopuler jamur tiram, cukup banyak penggemar jamur shiitake terutama pada restaurant2 Jepang di Indonesia yang rata2 masakannya menggunakan bahan baku jamur shiitake
HapusSemoga jawabannya bermanfaat :)
izin bertanya apa yang dimaksud tersusun dalam bentuk Beta – 1,3 glukan dengan Beta-1,6 dan Beta –1,3 gluko-pyranosida? saya kurang paham terimakasih
BalasHapusIzin menjawab, untuk jamur shiitake sendiri memiliki kandungan senyawa penting lentinen yang termasuk kedalam polisakarida. Polisakarida sendiri merupakan karbohidrat yang hanya tersusun dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Di artikel disebutkan glukan, glukan itu merupakan turunan polisakarida alami yang terdiri dari unit -D glukopiranosil yang dapat ditemukan dalam berbagai macam sereal, tumbuhan, algae, bakteri, jamur, kapang dan Khamir. Glukan ini terdiri dari rantai linear Beta -(1,3) dan terikat dengan rantai samping berupa Beta -(1,6) atau Beta -(1,4) dimana variasi rantai samping ini akan menentukan panjang dan distribusi glukan yang akan membentuk struktur tersier yang kompleks distabilkan oleh rantai ikatan hidrogen.
Hapussemoga jawabannya bisa bermanfaat :)
terimakasih atas penjelasannya amalia:)
HapusArtikelnya ini sangat bermanfaat kak, terima kasih.
BalasHapusJamur shiitake biasanya lebih baik kualitasnya yang dialam atau budidaya ya kak?
BalasHapusmenurut saya lebih baik hasil jamur shiitake yang dibudidaya karena lebih dapat terjaga sterilisasi dan perawatannya, sedangkan di alam memang bisa tumbuh dengan baik tetapi biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama dan tidak terlalu terjamin kebersihannya.
Hapussemoga jawabannya bisa bermanfaat :)
menurut saya kualitas jamur shiitake lebih bagus pada hasil budidaya ketimbang alami, karena budidaya sendiri lebih menjamin kebersihan, sterilisasi dan hasilnya dapat tumbuh cepat atau tepat waktu. sedangkan dialam bisa tumbuh dengan baik hanya membutuhkan waktu yang lebih lama dan belum terjamin kebersihannya.
Hapussemoga jawabannya bisa bermanfaat :)
Izin bertanya, pembibitan jamur sendiri kan biasanya membutuhkan suhu dan kelembaban yang bagus, berapa rata2 suhu atau kelembaban yang baik untuk pertumbuhan jamur??
BalasHapusuntuk pembibitan jamur shiitake sendiri biasanya pada kumbung atau tempat penyimpanan baglog lebih baik menjaga kelembabannya berkisar antara 90-100% dan suhu yang baik berkisar anatar 20-22 derajat selsius. meskipun jamur shiitake pada dasarnya tahan terhadap penyakit atau jarang sekali terlihat adanya kontaminasi, namun sanitasi lingkungan tumbuh jamur shiitake juga harus lebih diperhatikan agar menghasilkan jamur yang lebih baik.
Hapussemoga jawabannya bisa bermanfaat ya :)
izin bertanya, ketika pasca panen biasanya produk yang dipasarkan berupa bahan mentah. adakah produk olahan/turunan dari jamur shiitake yang beredar dipasaran?
BalasHapusuntuk olahan jamur shiitake sendri yang banyak beredar memang yang mentahan tetapi ada pula jamur shitake yang dijual dalam bentuk kering. biasanya olahan jamur shiitake menjadi bahan pelengkap pada masakan seperti sabu-sabu, ramen juga ada potongan jamurnya. kebanyakan pada masakan jepang
BalasHapussemoga jawabannya bisa bermanfaat :)
Wah mantab sih ini.. thanks ilmunya kak
BalasHapussama sama, semoga bermanfaat ya :)
Hapus